Aku mencoba berjalan sendiri, menapaki diri ini menyeluruh. Bercermin pada tetes air hujan. Harap ku bertahan pada puncak harapan tertinggi. Tapi enggan ku mendaki. Janji kan terukir manis pada kata-kata, kembalikah ia pada sang Maha???
Tak bisakah sang dewi tetap tersenyum dan menemaniku sejenak di lembutnya sang mentari pagi. Tetapi, pelukan hangat sang Raja tetap hangat terasa, melindungiku, begitu percaya padaku dan tak pernah sekalipun membiarkanku sendiri. Hmm,,, menagisku dalam keheningan halayak ramai. Tenggelam dalam duka yang hanya aku yang tahu. Lelah rasaku menggenggam nafas ini, dan berkali-kali harus ku naikan wajahku.