Datang tak terduga,, perginyapun siapa yang tahu!!!
Hmmm,,, ya! Sekali lagi kudapati diriku terjebak dalam awang-awang!
Rasanya ingin saja kusudahi rasa ini,, biarkan saja berlalu bersama angin!
Toh dia juga tak pernah berusaha percaya padaku ataupun berusaha membuatku percaya padanya…
percaya akan awang-awang tempatku terjebak, juga tempat yang sama dengan tempatnya berada kini…
Kenapa sih?? Harus selalu bercuri-curi pandang dengan ku?? Kan kita berada dalam awang-awang yang sama ( kurasa )!!! Kenapa tak langsung saja menyapa dan memandangiku tepat dihadapan ku!
Harus ya?? Aku yang memanggilmu terlebih dahulu?? Hmm,,, kurasa awang-awang ini membuat ku menjadi pribadi yang lain!!
Tahu tidak?? Tingkahmu yang bak badut, selalu saja membuatku tertawa! Expresi wajah polosmu selalu berlarian dibenakku…
Tahu tidak?? Dulu, saat kumasih tak tahu awang-awang ini dan masih merasa gelisah, ku selalu saja tertunduk menangis. Menangis menahan sesaknya dada ini, menangis mempertanyakan kenapa bisa terjebak dalam awang-awang! Dan menangis karena berusaha menyesuaikan udara yang biasa kuhirup dengan udara awang-awang ini! Tapi,,, nyatanya kutak bisa bila sendiri..
Aku selalu tahu dan bisa merasakan bagaiman rasamu. Bagaimana expresimu yang penasaran akan tertunduknya aku, bagaimana tatapanmu, yang ( kurasa ) ingin mengatakan “Aku juga ikut sedih, jadi jangan menangis lagi ya!!”, bagaimana tatapanmu yang juga seolah berbicara ingin merangkul ku, dan meminjamkan bahumu untuk ku menangis..
Semua yang kurasa, hanya tentang tatapan mu!! Karena itu satu-satunya yang kulihat nyata darimu…
Hmmm,,, bagaimana yah harus mengabarkan kepadamu kalau aku juga disini! Diawang-awang yang sama, dan rasa yang sama!!
Tapi biarlah, biarkan saja berjalan! Mengalir seperti air disungai!
Jikalau sampai batas hati kau tak juga bergeming! Aku kan melepas dan beranjak bangkit meninggalkan awang-awang ini, sendiri saja!!!